Analisis Kewajaran Pembebanan Biaya Gaji

I don’t pay good wages because I have a lot of money; I have a lot of money because I pay good wages. Robert Bosch, German Industrialist

Dalam menilai kewajaran nilai Biaya Gaji yang dibebankan, harus selalu diperhatikan bahwa pembebanan nilai seharusnya konsisten dengan sifat dan skala bisnis yang dijalankan. Katakan misalnya sebuah perusahaan membebankan biaya gaji selama setahun sebesar Rp300.000.000,- (tidak termasuk tunjangan, bonus, dan imbalan kerja lainnya), maka dengan mengacu standar gaji bulanan yang dibayarkan atau Upah Minimum Regional/Provinsi wilayah kerja anda atau informasi mengenai daftar standar gaji , maka banyaknya jumlah karyawan dapat diketahui.

Di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Upah Minimum Kota (UMK) berkisar Rp1.714.216. Sehingga jika suatu perusahaan menjadikan gaji bulanan yang dibayarkan mencapai Rp2.000.000 (sedikit lebih tinggi dari UMK) maka bisa diperkirakan jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut kurang lebih mencapai 150 orang. Di tahap ini, analisis kewajaran baru sebatas mencapai kebenaran formil dengan mencocokkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Untuk menganalisis lebih jauh, maka biaya gaji dapat disandingkan dengan peredaran usaha/omset untuk mengetahui kontribusi rata-rata per karyawan. Dengan asumsi misalnya omset berkisar Rp2.000.000.000,- maka kontribusi per karyawan adalah Rp13.300.000,-. Tujuan analisis kontribusi per karyawan ini untuk memperkirakan jenis produk apa yang diproduksi. Logikanya, produk yang jumlahnya banyak dengan nilai satuan tidak signifikan dapat dibenarkan untuk membutuhkan karyawan yang banyak karena membutuhkan proses produksi yang masif dan cepat. Tetapi jika produknya adalah produk ekslusif yang bernilai tinggi, maka tidak dibutuhkan karyawan yang jumlahnya banyak, cukup sedikit namun memiliki kompetensi tinggi.

Omset/Peredaran Usaha ………………………………………………. Rp2.000.000.000
Biaya Gaji ……………………………………………….. Rp300.000.000
Rasio Gaji Pada Omset Biaya Gaji 15%
Omset/Peredaran Usaha
Artinya: Dibutuhkan alokasi 15% dari omset untuk memperoleh pendapatan usaha

Asumsi Gaji per karyawan Rp2.000.000

Estimasi jumlah karyawan Biaya Gaji Rp300.000.000 150 orang (+/-)
Gaji per Karyawan Rp2.000.000
Artinya: perusahaan mempekerjakan sekitar 150 orang untuk menjalankan kegiatan produksi oleh perusahaan
Kontribusi Per Karyawan Omset/Peredaran Usaha Rp2.000.000.000 Rp13.300.000
Jumlah Karyawan 150 orang
Artinya: Setiap karyawan secara rerata berkontribusi memberikan Rp13.300.000 terhadap pencapaian omset. Kontribusi tersebut merupakan akumulasi setahun dari setiap penjualan setiap produk yang dihasilkan

Demikian semoga bermanfaat.

Referensi Utama: Tax Audit & Tax Review, Agus & Basri Musri- Rajawali Pers.

Gambar diambil dari sini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *